DomaiNesia
Tampilkan postingan dengan label BeritaJawaTimur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BeritaJawaTimur. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Juli 2021

Pakar Sebut Sesar Kendeng Aktif, Gempa Guncang Surabaya Perlu Diantisipasi

gempa bumi sesar kendeng
Foto: Tangkapan layar

Surabaya - Pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Amien Widodo mengingatkan potensi gempa yang mungkin akan terus terjadi di jalur sesar Kendeng. Sebab, sesar tersebut dikenali masih aktif dan melalui sejumlah daerah.

Pada Sabtu (3/7) pukul 22.34 WIB terjadi gempa berkekuatan M 3 di 8 km Tenggara-Ngimbang dengan kedalaman 16 km. Gempa ini terjadi di garis sesar Kendeng.

"Sesar Kendeng itu berupa garis dan bidang ya namanya. Makara mulai dari melalui Surabaya terus melalui Sidoarjo, melalui Mojokerto, Jombang hingga ke Cepu," terperinci Amien terhadap detikcom, Minggu (4/7/2021).

"Nah, sesar Kendeng itu ada dua yang melalui Waru yang kita kenal dengan Sesar Waru. Terus ada Sesar Surabaya melalui Surabaya juga terus terputus dan melalui kawasan Lamongan yang disebut Blumbank," imbuhnya.

Ditanya seberapa besar potensi gempa di sesar Kendeng? Amien mengaku tidak mengenali lebih lanjut. Sebab untuk mengetahuinya perlu observasi lebih lanjut dan membuka kembali catatan sejarah kegempaannya.

"Ya itu jikalau besar kita ndak tahu. Cuma itu tanda jikalau bergeser memiliki arti beliau bergerak. Kalau besar tidaknya kita mesti lihat sejarahnya," ujar Amien.

"Mestinya jikalau kita dari Geo Science mesti dijalankan observasi secara detail. Karena kawasan itu kan telah bergerak. Terus kita juga menyaksikan sejarah kegempaan di kawasan itu seberapa besar. Kalau 5 atau 6 itu kan besar. Nah itu mesti mulai diantisipasi sejarahnya," tambahnya.

Amien lalu menyebut bahwa pada tahun 1836 di Ploso, Jombang yang menjadi salah satu kawasan yang dilewati sesar Kendeng pernah terjadi gempa. Adapun kekuatannya berukuran 6 hingga 7.

"Jadi dahulu pernah terjadi 1836 namun terjadi di sekeliling Ploso, Jombang. Karena tahun itu belum ada skala jadi cuma menggunakan intensitas sekitar 7 hingga 8. Itu jikalau pakai skala 6 hingga 7," terperinci Amien.

Simak juga 'Terungkap! Potensi Gempa dan Tsunami Palu Sudah Diketahui Sejak 2009':

[Gambas:Video 20detik]



Jumat, 02 Juli 2021

Jelang Ppkm Darurat, Penutupan Makam Bung Karno Diperpanjang

Kota Blitar tergolong kawasan yang mau mengerjakan PPKM Darurat. Sambil menanti Perwali terbit, penutupan kawasan rekreasi Makam Bung Karno (MBK) diperpanjang.
Kawasan rekreasi Makam Bung Karno (MBK)/Foto: Erliana Riady/detikcom

Blitar - Kota Blitar tergolong kawasan yang mau mengerjakan PPKM Darurat. Sambil menanti Perwali terbit, penutupan kawasan rekreasi Makam Bung Karno (MBK) diperpanjang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar Tri Iman Prasetyono mengatakan, untuk sementara perpanjangan penutupan tempat rekreasi masih ditangani pada rekreasi Makam Bung Karno (MBK) dan Istana Gebang. Sedangkan untuk sejumlah rekreasi yang lain masih menanti surat edaran (SE) dari Wali Kota Blitar.

"Sementara untuk MBK dan Istana Gebang masih tetap ditutup dulu. Ini juga sambil menanti SE dari Pemkot Blitar, untuk kebijakan lebih lanjutnya menyerupai apa," kata Tri di saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (2/7/2021).

Penutupan tempat rekreasi dilakukan, imbuh Tri, selaku upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Selain itu, Kota Blitar juga masuk dalam klasifikasi kawasan yang mesti menerapkan kebijakan PPKM Darurat oleh pemerintah pusat. Pelaksanaan PPKM Darurat mulai tanggal 3 hingga 20 Juli mendatang. Hal ini menjadi pertimbangan penutupan sejumlah tempat wisata.

"Penutupannya dengan pertimbangan sudah ada warning bahwa Kota Blitar masuk dalam PPKM Darurat. Makara mesti ditutup sementara untuk pencegahan," imbuhnya.

Sebelumnya, Pemkot Blitar sudah menutup sementara rekreasi Makam Bung Karno dan Istana Gebang selama tiga hari. Yakni mulai Senin (28/6) hingga Rabu (30/6). Penutupan sementara itu selaku upaya menangkal dan mengatur urusan COVID-19 di Kota Blitar.

Seharusnya, rekreasi MBK dan Istana Gebang sudah buka kembali mulai Kamis (1/7). Namun, alasannya merupakan ada penerapan PPKM Darurat, maka Pemkot Blitar mesti kembali memperpanjang penutupan rekreasi Makam Bung Karno dan Istana Gebang.

"Kami belum tahu kapan dibuka lagi, kami menanti surat edaran wali kota. Buka dan tutupnya mengikuti surat edaran wali kota," jelasnya.

Perpanjangan penutupan tempat rekreasi tidak menimbulkan ganjalan para pedagang di kawasan rekreasi sejarah tersebut. Mereka justru mendukung kebijakan ini, agar keadaan segera kembali wajar dan mereka dapat mendapat penghasilan.

Ketua Paguyuban Pedagang City Walk Makam Bung Karno, Arif Yustofa mengatakan, para pedagang sadar bahwa kebijakan penutupan tempat rekreasi tersebut selaku upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yang kasusnya kian meningkat.

Namun, Arif berharap ada kebijakan dari Pemkot Blitar untuk membebaskan ongkos sewa kios selama mereka tidak bisa berdagang. "Pedagang MBK di belakang dan Istana Gebang itu kiosnya menyewa. Mungkin selama penutupan Pemkot Blitar membebaskan ongkos sewa satu bulan," ujarnya.

Sementara Sekretaris Satgas COVID-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo mengatakan, SE Wali Kota Blitar terkait pelaksanaan PPKM Darurat masih menanti edaran Inmendagri dan SE Kemenag.

"Masih nunggu Inmendagri dan SE Kemenag. Kami sudah kerjasama dengan banyak sekali pihak untuk mengerjakan PPKM Darurat ini," jawab Hakim lewat aplikasi percakapan.

Perkembangan Logo-Logo Tv Swasta Dari Tahun Ke Tahun

Masa 90an itu emang banyak kenangannya men. Membahas kala 90an emang mengasyikkan, tetapi juga mengharukan. Karena kita mengenang periode k...