DomaiNesia
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Juli 2021

Bupati Karawang Geram Di Saat Sidak Perusahaan Yang Tak Mempunyai Satgas Covid

Sidak bupati Karawang ke 2 perusahaan (Yuda/detikcom)
Sidak Bupati Karawang ke 2 perusahaan (Yuda/detikcom)

Karawang - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana bareng Satgas COVID-19 sidak ke dua perusahaan. Hasilnya, dikenali perusahaan tidak melaporkan adanya problem karyawan yang meninggal dunia jawaban aktual Corona hingga tidak adanya Satgas COVID-19 perusahaan.

Pantauan detikcom, Bupati Karawang memimpin sidak terhadap PT Sumi Rubber Indonesia. Rombongan Cellica diterima eksklusif oleh 6 orang administrasi PT Sumi Rubber Indonesia. Cellica eksklusif menanyakan data karyawan yang terkonfirmasi positif.

"Kami dari satgas memperoleh laporan, bahwa di perusahaan ini banyak karyawannya yang terkonfirmasi positif, dan bahkan ada yang meninggal dunia, apakah itu benar?" tanya Cellica terhadap pihak perusahaan dikala sidak, pada Senin (5/7) malam.

Dalam pemaparannya, administrasi PT Sumi Rubber Indonesia mengakui sudah melaporkan kemajuan karyawan yang terkonfirmasi aktual ke Satgas COVID-19. Namun mereka tidak melaporkan adanya karyawannya yang meninggal.

"Memang benar ada karyawan kami 7 orang meninggal dunia, namun untuk laporan karyawan aktual kami senantiasa melapor perkembangannya ke satgas di kecamatan," kata Eddy K selaku Ketua Satgas COVID-19 PT Sumi Rubber Indonesia, yang juga Manajer HRD.

Saat dikonfirmasi kembali, dari total 3.400 karyawan, ada 540 orang terkonfirmasi positif, dan 7 meninggal dunia.

"Total ada 3.400 karyawan, dan yang terkonfirmasi aktual itu sejak permulaan pandemi hingga kini ada 540 orang, tergolong 270 aktual di bulan Juni kemarin, dan 7 meninggal dunia," kata Eddy dikala diwawancarai di lokasi sidak.

Eddy juga mengakui pihaknya gegabah alasannya yaitu tidak melaporkan ke Satgas COVID-19. Mereka berjanji akan melaporkan di peluang berikutnya.

"Kami memang tidak melaporkan terkait 7 karyawan yang meninggal dunia, jadi kami siap menemukan aba-aba dari Satgas, nantinya menyerupai apa," akuinya.

Karena kelalaian tersebut, PT Sumi Rubber Indonesia menemukan Surat Peringatan (SP), dan panggilan sidang oleh Satgas Karawang pada besok pagi, Selasa (6/7).

"Kami beri hukuman surat perayaan ke perusahaan, dan besok kami akan panggil lagi untuk disidangkan, diarahkan, bagaimana penilaian yang mesti dilakukan," pungkas Cellica seusai sidak perusahaan pertama.

Tidak berselang lama, Bupati Karawang bareng rombongan menuju PT Asietex Sinar Indopratam. Bupati Karawang terkejut alasannya yaitu keadaan PT Asietex Sinar Indopratam tak punya tim Satgas COVID-19. Ia memarahi administrasi yang cuma diwakili satu orang.

Cellica kemudian meminta nomor telepon pemilik perusahaan, dan mengerjakan komunikasi video call.

Saat video call, Cellica memarahi pemilik perusahaan, dan memintanya hadir untuk panggilan sidang di kantor Pemkab Karawang, besok (5/7).

"Pokoknya bapak mesti tiba besok, saya tegaskan, mau habis pulang dari Amerika, mau dari Dubai, pokoknya mesti datang," tegas Cellica terhadap pemilik PT Asietex Sinar Indopratam.

Selain itu, PT Asietex Sinar Indopratam menemukan hukuman surat perayaan dan proses aturan pidana jikalau tidak mengindahkan aba-aba dari satgas.

"Kami memperoleh pemberitahuan dari Satgas Cikampek ada perusahaan, yang sepanjang sejarah selama satu tahun setengah kita silaturahmi, kita sidak ke perusahaan, kita memonitor mengecek ini memang menurut saya yang terparah, bahwa perusahaan ini tak punya ketua Satgas COVID-19 jadi tak punya klinik, tak punya para nakes, nggak punya dokter dan lain sebagainya," kata Cellica dikala diwawancarai seusai sidak PT Asietex Sinar Indopratam.

"Jujur saya sungguh kecewa terhadap perusahaan ini, jadi saya tadi telpon eksklusif owner-nya yang kebetulan gres pulang dari Amerika, dan besok akan kami panggil eksklusif secara mekanisme aturan akan kami tindak lanjuti, alasannya yaitu biar agar menjadi pembelajaran, meski semua ini sanggup diperbaiki nunggu nanti besok teknisnya, alasannya yaitu dikala ini saya cuma dihadapkan dengan HRD nya saja yang tidak memahami apa-apa," ungkapnya.

Bukan cuma itu, dari total 1.200 karyawan PT Asietex Sinar Indopratam, ada sekitar 50 orang yang aktual Corona. Manajemen PT Asietex Sinar Indopratam juga tidak melapor ke Pemkab Karawang atau Satgas COVID-19 soal temuan karyawan yang aktual Corona.

"Kondisi di lapangan yang terjadi yaitu bahwa perusahaan ini tidak memonitor karyawannya sendiri, jadi kami mengetahuinya dari kepala Puskesmas dan jumlahnya lumayan banyak kurang-lebih sekitar 50 hingga pasti saja kami kesusahan men-tracing, testing, treatment, dan itu juga akan membingungkan kami untuk mengerjakan tindakan kebijakan yang selanjutnya, pastinya kami besok mengundang owner atau pemilik perusahaan untuk kami penilaian kembali bahwa ini yaitu tanggung jawab kita semua, kami menolong memonitor, merujuk terhadap metode yang kami punya menyerupai Kalacak dan selainnya," terperinci Cellica

Senin, 05 Juli 2021

Demokrat Tepis Narasi 'Cikeas Di Balik Bem Ui': Fitnah!

Kepala Bakomstra Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.
Herzaky Mahendra Putra (Dok: Istimewa)

Jakarta - Partai Demokrat (PD) geram alasannya yaitu kritik yang dilontarkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terhadap pemerintah dikait-kaitkan dengan Cikeas. Partai Demokrat membantah narasi yang beredar di media lazim tersebut.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bamkostra) PD, Herzaky Mahendra Putra, menerangkan timbul banyak sekali meme di media lazim yang mengait-ngaitkan kritik BEM UI dengan Partai Demokrat. Salah satu narasi yang beredar yaitu gerakan BEM UI didanai oleh Partai Demokrat dengan memasang paras SBY, AHY, Rachland Nashidik, dan Andi Arief secara bergantian.

"Sebenarnya, ini ialah akumulasi sejak kritik BEM UI mencuat ke publik. Tuduhan yang secepatnya ditempelkan ke Leon yaitu 'kaki tangan' Cikeas alasannya yaitu tahun 2013 berjumpa Ibu Ani di Istana. Padahal, Leon Ketua BEM UI saat itu gres Sekolah Menengah Pertama kelas dua dan mewakili Jawa Tengah bareng dengan perwakilan seluruh Indonesia selaku Duta Sanitasi," kata Herzaky.

Herzaky menyebut meme tersebut juga beredar di WhatsApp. Intinya, Demokrat disebut berada di belakang gerakan BEM UI dan Herzaky membantahnya.

"Beberapa hari lalu, timbul pula WA ke banyak sekali pengurus, kader kami, maupun publik-publik tertentu, yang berbagi fitnah serupa. Ada meme yang dikirimkan, memfitnah jikalau Partai Demokrat/Cikeas di balik langkah kritik BEM UI," ujarnya.

Herzaky menyebut langkah BEM UI semata-mata yaitu bumbu demokrasi. Menurutnya, telah usang mahasiswa kerap mengkritik pemerintah.

"Bagi kami, apa yang ditangani oleh BEM UI, yaitu bab dari dinamika demokrasi. Mahasiswa memang tugasnya mengkritik pemerintah, memamerkan masukan secara tajam. Mahasiswa yang kritis yaitu bab dari sejarah bangsa ini, sejak Bung Karno saat mahasiswa. Bagian dari sejarah perjalanan demokrasi di negeri ini, yang mengerjakan koreksi terhadap Orde Lama, dan Orde Baru, misalnya," ucapnya.

Herzaky menyampaikan Partai Demokrat secara resmi maupun politikus-politikus mereka secara eksklusif meminta mahasiswa mengkritik tidak untuk diberi hukuman dan tidak direspons berlebihan, tergolong dengan tidak mengintimidasinya.

Secara pribadi, Herzaky mengaku selaku salah satu Ketua Ikatan Alumni UI (Iluni UI). Namun, gerak langkah BEM UI yang mengkritik pemerintah, kata Herzaky, sama sekali tidak atas komando, perintah, atau pendampingan organisasi alumni, alumni secara pribadi, atau senior-seniornya.

"BEM UI bergerak secara independen," imbuhnya.

Lihat juga video 'Panggil BEM Gegara Kritik Jokowi, Rektor UI Dinilai Ada Konflik Kepentingan':

[Gambas:Video 20detik]



Harmoko Wafat, Airlangga: Keluarga Besar Golkar Merasa Kehilangan

Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampikan bela sungkawa atas wafatnya Harmoko, Ketua Umum Partai Golongan Karya periode 1993-1993. Ia merasa kehilangan sosok yang pernah menjabat selaku Menteri Penerangan (1983-1997), serta Ketua DPR/MPR (1997-1999).

"Keluarga besar Partai Golkar merasa sungguh kehilangan dengan kepergian Bapak Harmoko pada hari ini, 4 Juli 2021," ungkap Airlangga, Senin (5/7/2021).

"Kepemimpinan ia di masa transisi reformasi sungguh berat dan sarat tantangan. Itu ialah cobaan berat seorang pemimpin partai besar, dan dengan segala dinamikanya sukses dilalui," lanjutnya.

Airlangga menyertakan di masa jabatannya, baik selaku Ketua Umum Partai Golkar maupun selaku Menteri Penerangan, Harmoko sering menjalankan acara Safari Ramadhan ke daerah dan pedesaan. Menurutnya, hal itu ialah pergantian paradigma komunikasi publik yang sungguh berarti.

"Dengan latar belakang kewartawanannya, ia bisa mempergunakan keluasan pengetahuan dan kesanggupan berinteraksi dengan banyak kalangan, sehingga referensi komunikasi politik pun menjadi cair, sederhana, tidak lagi sekaku masa-masa sebelumnya," ulas Airlangga.

Secara internal partai, Airlangga menyebut Harmoko memiliki catatan besar, alasannya yakni di masa kepemimpinanbnya anyak penggagas dipanggil masuk dan direkrut, sampai kemudian menjadi tulang punggung Partai Golkar.

"Itu yakni jejak sejarah ia yang perlu diteladani, dan saya langsung mengapresiasi tindakan itu," cetus Airlangga.

"Semoga almarhum diterima disisi Allah SWT dan dibukakan pintu nirwana untuknya," imbuhnya.

Minggu, 04 Juli 2021

Sby Kenang Rachmawati: Fikiran Dan Idealismenya Mewarisi Sukarno

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyodorkan pidato refleksi simpulan tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
SBY (Agung Pambudhy/detikcom)

Jakarta -Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyodorkan dukacita atas meninggalnya Rachmawati Soekarnoputri. SBY menyodorkan ingatan semasa Rachmawati menjabat di pemerintahannya, SBY menganggap Rachmawati sosok yang kritis dan mewarisi asumsi dan idealisme dari Presiden RI pertama Sukarno.

"Hari ini, kita semua terkejut atas berpulangnya Ibu Rachmawati Soekarnoputri ke Rahmatullah sebab menderita COVID-19. Semoga almarhumah diterima oleh Allah SWT serta diposisikan di kawasan yang terbaik di sisi-Nya. Sungguhpun Ibu Rachmawati yakni insan biasa, menyerupai kita semua, banyak yang sudah diperbuat untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Saya percaya Allah akan menimbang segala ibadah, amal, dan kebaikan almarhumah selama hidup di dunia," kata SBY, lewat akun Facebook resminya, Sabtu (3/7/2021).

SBY mengaku selaku seorang teman dekat memiliki sejumlah ingatan dengan Rachmawati. SBY kemudian menyodorkan beberapa kisah kenangannya bareng Rachmawati.

"Pertama kali saya mengenal Ibu Rachmawati (secara pribadi) pada simpulan Mei 2001. Waktu itu ia meminta saya (dalam kapasitas saya selaku Menko Polkam) untuk menyodorkan 'keynote speech' pada program haul Bung Karno yang keseratus tahun," kata SBY.

Saat itu, SBY diminta Rachmawati untuk mengatakan tentang Tri Sakti Bung Karno. SBY kemudian menerima undangan tersebut.

"Tentu dengan bahagia hati undangan itu saya penuhi mengingat dulu kala, di saat masih menjadi remaja, saya aktif dan bahagia mengikuti asumsi dan pidato-pidato Bung Karno. Di hadapan penerima program haul yang cukup representatif, saya kemukakan persepsi saya tentang Tri Sakti Bung Karno tersebut. Tentu bukan kata-kata harfiahnya, tetapi bagaimana Tri Sakti tersebut diaktualisasikan menjawab tantangan kehidupan bangsa yang terus bertambah dari satu dekade ke dekade yang lain," ungkapnya.

Kenangan yang lain yakni di saat Rachmawati diberi kepercayaan, tugas, dan kehormatan selaku anggota Dewan Pertimbangan Presiden oleh SBY. SBY menyampaikan Rachmawati mengerjakan kiprah dan amanahnya dengan serius dan sarat rasa tanggung jawab, dengan memamerkan pandangan, masukan dan tawaran ke SBY yang kala itu menjabat selaku presiden.

"Tentu seluruhnya demi kepentingan dan kebaikan rakyat Indonesia. Jika bahan yang disampaikan cukup sensitif dan jikalau disampaikan di hadapan pengunjung yang lain sanggup membuat kontroversi dan misinterpretasi, ia sampaikan secara eksklusif terhadap saya dengan didampingi staf beliau. Terhadap sejumlah gunjingan nasional, terlihat jikalau Ibu Rachmawati memiliki kepedulian yang tinggi, serta terlihat pula bahwa ia ingin menjadi cuilan dari solusi," ungkapnya.

SBY mengaku Rachmawati kerap berdiskusi bicara dengannya "one on one' terhadap isu-isu yang kritikal, sebab dinilai lebih efektif. Bukan cuma Rachmawati, kedua mantan Ketua Wantimpres di kala kepresidenan SBY, yakni Ali Alatas (alm) dan Emil Salim, yang kondang kritis (termasuk terhadap SBY), juga kerap menegaskan cara-cara konferensi eksklusif tersebut.

"Selama mengemban kiprah bareng di forum kepresidenan (lingkup besar) itulah saya mengenal sosok Ibu Rachmawati, tergolong karakter, pikiran, dan idealismenya yang sedikit-banyak mewarisi pikiran-pikiran besar ayahandanya, Sang Proklamator, pejuang bangsa dan Presiden Republik Indonesia pertama," kata SBY.

"Dalam kaitan ini, utamanya apa yang dijalankan oleh Ibu Rachmawati selaku anggota Wantimpres, secara nrimo saya mengucapkan terima kasih, rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya," imbuhnya.

SBY juga mengungkap konferensi terakhirnya dengan Rachmawati pada 11 Maret 2021 di saat putri Sukarno itu berkunjung ke tempat tinggal SBY di Cikeas.

"Waktu itu ia sengaja menemui saya selaku wujud kepedulian serta simpati dan tenggang rasa yang diberikan terhadap keluarga besar Partai Demokrat, yang tengah menghadapi ujian dan ujian sejarah. Tentu saya sungguh terharu di saat masih ada yang akan dan berani berjumpa dengan saya kala itu. Sebenarnya di saat itu, di samping beliau, tak terhitung pula para tokoh dan teman dekat yang secara rahasia tiba menemui saya. Mereka juga ingin menyodorkan simpati dan empatinya," ungkapnya.

Terakhir SBY mendoakan Rachmawati biar diposisikan di kawasan yang terbaik. SBY berharap Rachmawati diberi pengampunan.

"Itulah antara lain ingatan saya bareng almarhumah Ibu Rachmawati Soekarnoputri. Selamat jalan Ibu Rachmawati, menuju ke haribaan Sang Khaliq. Semoga Ibu hidup dengan teduh dan hening di segi Allah, serta dalam pengampunan dan kasih sayang-Nya. Amin," ujarnya.

Sebelumnya, putri Proklamator Sukarno, Rachmawati Soekarnoputri, meninggal dunia di saat dirawat akhir positif virus Corona atau COVID-19. Jenazah Rachmawati disebut bakal eksklusif dimakamkan di TPU Karet Bivak.

"Kami dari Polsek Pasar Minggu, kami monitoring acara atau wilayah kediaman Ibu Rachmawati selain sebab ia tokoh, ia juga masih terlayani VVIP. Beliau ini tidak dikebumikan (disemayamkan) di rumah sedih nantinya di Jatipadang itu. Makara dari RSPAD eksklusif ke pemakaman Karet Bivak," kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Bambang Handoko di saat dimintai konfirmasi, Sabtu (3/7/2021).

Bambang menyampaikan pemberitahuan tersebut diperoleh setelah dirinya berkomunikasi dengan keluarga dan asisten Rachmawati. Pihak keluarga, katanya, menyebut mayat Rachmawati akan dimakamkan di Karet Bivak.

Perkembangan Logo-Logo Tv Swasta Dari Tahun Ke Tahun

Masa 90an itu emang banyak kenangannya men. Membahas kala 90an emang mengasyikkan, tetapi juga mengharukan. Karena kita mengenang periode k...